Sunday, October 7, 2018

Cara Keliru Investasi Teknologi



Satu atau dua dekade silam, vendor teknologi umumnya adalah penjual perangkat keras. Akibatnya pengguna produk teknologi memagari diri dengan kriteria yang akan melindungi investasi teknologi yang tengah dilakukan. Banyak kriteria yang kini sudah usang, misalnya;

1. Mengharuskan file server aplikasi menjadi milik perusahaan
Aplikasi atau perangkat lunak atau software kini tidak lagi harus berada dalam file server. Aplikasi kini bisa saja berada dalam cloud server yang bisa anda akses dari mana saja. Nah...bagaimana jika perusahaan membeli ratusan aplikasi ? Aplikasi marketing dan sales, aplikasi email, aplikasi HR, payroll, aplikasi engineering, aplikasi pembukuan dan lain lain.... Berapa file server yang harus disediakan ? Tahukah anda file server itu tidak berdiri sendiri. Dia butuh rumah alias Data Center. Rumah ini harus punya sistem pendingin, sistem listrik dengan cadangan atau UPS, sistem keamanan, sistem pemadam kebakaran, sistem jaringan komputer, data back up, operasional dan lain lain... Semua butuh biaya.
Jadi anda yakin tetap haruskan file server semua aplikasi berada dalam gedung kantor anda ?

2. Mengharuskan source code lengkap dipegang oleh perusahaan
Memang jika perusahaan memliki paten dan cara khusus untuk unggul dalam persaingan bisnis, seharusnya anda daftarkan kekayaan HAKI ini pada lembaga paten. Tetapi jika anda membuat aplikasi payroll atau penggajian karyawan misalnya. Apakah anda ingin patenkan juga ? Sekarang sudah banyak penyedia jasa payroll yang memberikan fasilitas pendataan karyawan, pencatatan aktifitas, pencatatan struktur organisasi dengan otoritas, wewenang dan tingkat kompensasi, serta fasilitas penghitungan gaji dan pajak karyawan. Anda tahu peraturan perpajakan dan kepagawaian sering berubah. Ketika ada perubahan maka source code aplikasi anda juga harus berubah. Anda yakin mau menyimpan source code ? 
Apalagi yang diperlukan :
  • Buat kontrak layanan dengan penyedia jasa. 
  • Pastikan perusahaan anda terus menikmati fasilitas aplikasi. 
  • Pastikan data juga anda simpan. 
  • Pastikan anda tahu menggunakan data ketika aplikasi tidak berfungsi. 
  • Pastikan anda dapat melakukan uji / audit forensik atas transaksi aplikasi
3. Melakukan Investasi Besar didepan, berharap tidak perlu keluar biaya lagi

Cara cara jual putus macam vendor perangkat keras 2 dekade silam sudah tidak cocok lagi. Ternyata mereka juga selalu kembali dengan meminta biaya maintenance service. Ketika perangkat rusak bahkan tidak malu mereka meminta anda untuk membeli baru.
Jadi kalau biaya maintenance juga tinggi, buat apa investasi awal juga mahal ?
Apalagi sekarang sudah banyak penyedia jasa aplikasi yang memberikan tagihan bulanan atau tahunan. Ya... mirip tagihan listrik, air dan internet saja. Anda pakai bayar, tidak pakai tidak perlu bayar.

Transformasi Digital = Transformasi Mental


Banyak sudah penyedia jasa teknologi yang mulai menggeser teknologi komputer. Padahal teknologi komputer ini baru saja dibeli oleh perusahaan dengan biaya yang tidak sedikit. Bisa dibayangkan banyak perusahaan yang masih memakai sistem era 10 - 20 tahun silam tetapi baru saja melakukan investasi teknologi. Banyak yang keliru karena buta akan pilihan teknologi apa yang cocok. Cocok dari sisi anggaran, sisi kemudahan untuk dipakai dan membantu untuk merombak kinerja perusahaan.

Meskipun sudah abad 21, masih ada saja perusahaan yang tidak sepakat kalau efisiensi dan anti korupsi itu baik untuk perusahaan. Masih saja ada organisasi yang mementingkan proses dari pada hasil. Ada saja yang masih bangga dan mempertahankan proses persetujuan berlapis lapis, dari meja ke meja. Ada saja yang sangat memegang otoritas dari pada produktifitas. Ketika anda berada di organisasi macam ini, sebaiknya jangan lakukan investasi teknologi. Pasti boros !!!

Coba saja anda cermati, banyak organisasi dan perusahaan yang tidak mau tertinggal era digital tetapi tidak siap untuk melakukan transformasi mental. Aplikasi online yang mereka banggakan tidak akan berumur panjang....Begitu sering terjadi masalah, keluhan dan ujung ujungnya dilakukan penggantian. Memang merawat aset teknologi tidak murah tapi kalau terjadi penggantian... bukankah bakal butuh biaya lebih lagi ?

Beruntung bagi anda yang berada diluar dari tipe organisasi atau perusahaan itu. Paling tidak jika memilik pemimpin perusahaan yang ingin melakukan perubahan, bukan saja secara teknologi tapi juga mental para anggota organisasinya. Jadi jika perusahaan ingin lakukan ;

  1. Efisiensi di semua dimensi.
  2. Rekor Produktifitas yang jauh diatas pencapaian selama ini
  3. Lonjakan omzet tiada tara
  4. Tetapi tetap patuh mengikuti peraturan dari pemeritah dan industri.
  5. Juga membuat karyawan tetap bersemangat berkarya dalam perusahaan
Maka anda sudah modal yang cukup untuk melakukan investasi teknologi. Kalau perlu... secara total melakukan transformasi digital. 

Kalau sudah begitu, apakah transformasi anda pasti berhasil ?

Dalam tulisan saya di Cara Keliru Investasi Teknologi akan ditemukan masih banyak aral melintang yang harus anda gempur untuk menjadi perusahaan yang sukses luar biasa. Banyak cara pandang pengambil keputusan yang masih berada pada 10 bahkan 20 tahun lalu. Dalam tulisan itu pula anda akan temukan cara terbaik untuk menjembatani resiko yang nyata ada dengan solusi sederhana. Semata mata agar investasi anda efektif.



Thursday, October 4, 2018

3 Tips Rekrut Tim Hebat


Mencari pegawai bukan hal mudah. Apalagi jika anda harus merekrut tim hebat dalam waktu singkat. Memeriksa puluhan bahkan ratusan CV calon pegawai pasti akan sita waktu anda. Lalu bagaimana kiat untuk bisa Rekrut Tim Hebat ?

Berikut ada 3 hal penting dalam lakukan penerimaan pegawai ;

  1. Bentuk tim untuk melakukan interview dan seleksi pegawai
    Untuk tempatkan 1 posisi perlu anda tampung puluhan sampai ratusan CV. Banyak yang relevan dan sedikit yang bisa lolos. Gunakan sistem komputer atau digital yang mampu menampung pengiriman CV, melakukan sortir lewat pertanyaan singkat tapi final (kalau tidak lolos, aplikasi langsung ditolak) dan membuat ringkasan CV
  2. Bangun kriteria seleksi dan komunikasikan dengan tim
    Kita tidak pernah tahu respons calon pegawai yang masuk. Iklan lowongan pekerjaan memang sangat menentukan kualitas dan respons yang masuk. Siapkan kriteria agar iklan anda tidak sia sia
  3. Buat jadwal interview yang efisien dan efektif
    Gunakan sistem / aplikasi digital untuk menyampaikan undangan interview, memastikan siapa yang menjadi pewawancara dan form penilaian interview. Penghitungan score dapat dilakukan otomatis dan menghemat waktu. Sehingga keputusan pemilihan calon pegawai yang tepat dapat cepat dilakukan

Berikut adalah salah satu aplikasi digital yang fokus membantu proses penerimaan pegawai